Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Sebelum didirikannya Masjid Raudhatul Jannah masyarakat melaksanakan solat berjamaah di Masjid Jami' Baitus Salam Cupel, karena jarak yang ditempuh terlalu jauh maka masyarakat mendirikan mushalla Pak Haji Ja'far di desa Baluk. Dengan harapan agar para jamaah tidak terlalu jauh menempuh jarak untuk melaksanakan sholat berjamaah.Beberapa jama'ah diantaranya Bapak H Ja'far, Bapak H Ahmad Puane, Bapak Usman guru dengan meminta pendapat KH M Imron Kepah untuk mendirikan Masjid di Munduk Asem sebelum berganti nama menjadi Rening. Tetapi pada saat itu tidak ada warga yang mau mewakafkan tanahnya untuk dibangun masjid.Setelah bermusyawarah dengan masyarakat akhirnya KH M Imron mendatangi rumah Bapak M Yasin orang tua dari Ust Sya'rani di Teluk Limo dan akhirnya beliau mau mewakafkan tanahnya untuk dibangun masjid seluas 4 Are akhirnya mulailah dibangun Masjid Raudhatul Jannah ini pada tahun 1964. Pendiri - pendirinya adalah :1. Bapak H Bafaqih M Imron2. H. Ahmad Puane orang tua dari bapak H Zainal Abidin3. Bapak H Ja'far Rening4. Bapak Usman guruPada tahun 1979 Masjid Raudhatul Jannah masih dalam pembangunan yang diketahui oleh Bapak H Rauf. Namun sudah mulai digunakan untuk melaksakan sholat berjama'ah pada tahun 1965 dengan Ketua Takmir Bapak H Rauf. Dan pada tahun 1979 Takmir Masjid digantikan oleh Bapak Ramli. Bapak Ramli menjadi Takmir Masjid Raudhatul Jannah mulai dari tahun 1979 - 2004.Karena pada waktu itu masyarakat rening banyak yang transmigrasi hingga hanya tinggal 15 Kepala Keluarga akhirnya Banjar Munduk Asem dibagi sebagian menjadi Banjar Rening. Oleh karena itu Masjid Raudhatul Jannah berada di Banjar Rening.
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Khutbah Pertama اَلْØÙŽÙ…ْد٠للهÙ..